![]() |
| Welcome to the end |
Sesekali ada sms atau telp darinya, kujawab dan kubalas seadanya sebagai teman. Lama setelah itu kami janji bertemu untuk pergi nonton, kuterima ajakannya. Dia semakin menarik, teman yg asik menurutku. Sejak itu dia semakin sering menelponku. D minggu yg lain kami pergi nonton untuk kedua kalinya. Thriller movie, bukan jenis yg aku suka, tp tidak ada yg lain yg lebih bagus saat itu, jd duduklah kami bersebelahan d dalam bioskop. Terpaku aku karena ketegangan film yg sedang dputar.
Dia mulai menyentuh tanganku, memasukkan jari2nya d sela jari jemariku.Kemudian berusaha menciumku. Aku menoleh k arah yg lain. Hening terasa. Dia berusaha lagi, masih kutolak. Hening lagi. Lalu dia memelukku, berhasil mencapai bibirku, menciumku lembut. Jantung berdegup cepat, nafas sesak, aku tidak bisa membalas ciumannya, bibirku terlalu kaku. Tidak berhenti dia menelusuri kedalaman, sudut2 bibir ini.5 menit kmudian aku sudah bisa menguasai diri, kubalas ciumannya.
Kami dalam prjalanan pulang, tp dia berbelok d arah yg lain. Aku bertanya kemana kami akan pergi selarut ini, dia bilang akan mengajakku k suatu tempat. Aku mulai merasa takut. Perasaanku benar, dia mengajakku untuk bermalam. Kukatakan padanya aku tidak ingin melakukannya dan tidak akan turun dari kendaraan ini, aku mau kami pulang. Dia katakan ini tidak akan lama. Aku diam sesaat lalu "Tolong hormati aku sedikit" kataku. Dia memutar kendaraan dan keluar dari tempat mengerikan itu. Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam, tentu saja...kejadian td benar2 tak kusangka, apa yg dia pikirkan tentangku hingga membawaku kesana? Berulang kali kata maaf diucapkannya tapi seolah lenyap tertelan pikiranku sendiri. Sesampai d rumah hujan tiba2 turun dengan lebatnya seolah ingin menghapus kenangan malam itu atau mencoba menyenyakkan tidurku agar kulupa sesaat. Tuhan masih bersamaku...





